www.AlvinAdam.com

WARTA 24 BALI

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Membelah Heningnya Desa di Lereng Gunung Agung yang ...

Posted by On 20.07

Membelah Heningnya Desa di Lereng Gunung Agung yang ...

Spanduk peringatan zona rawan bencana di Desa Ababi, Karangasem, Bali, yang ditinggal warganya mengungsi akibat erupsi Gunung Agung.KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Spanduk peringatan zona rawan bencana di Desa Ababi, Karangasem, Bali, yang ditinggal warganya mengungsi akibat erupsi Gunung Agung.

KARANGASEM, KOMPAS.com - Sejumlah desa di Kabupaten Karangasem, Bali, sudah mulai sepi ditinggalkan warganya.

Mereka mengungsi ke tempat lebih aman akibat erupsi Gunung Agung. Belakangan, status siaga dinaikkan menjadi awas karena situasinya tak bisa diprediksi.

Polres Karangasem melakukan patroli rutin pada pagi dan mala m hari di desa-desa yang ditinggalkan.

Wakil Kapolres Karangasem Kompol Agung Gde Mudita memimpin apel pasukan patroli malam.

"Silakan, sasaran utama rekan-rekan menuju rumah tinggal yang ditinggalkan penduduk untuk mengungsi," ujar Agung saat memimpil apel persiapan patroli, Senin (11/12/2017) malam.

(Baca juga : Erupsi Gunung Agung, Okupansi Hotel Sentuh Angka 15 Persen)

Tujuan patroli yakni menjamin keamanan rumah warga yang ditinggalkan. Selain itu, polisi juga menyisir desa untuk memastikan apakah masih ada warga yang menetap di rumahnya.

Jika masih ada, Agung meminta anggotanya agar melakukan pendekatan. Masyarakat harus diimbau agar segera meninggalkan rumahnya untuk mengungsi.

Salah satu lokasi yang disambangi adalah Dusun Umanyar, Desa Ababi, Kecamatan Abang, Karangasem, Bali.

Daerah tersebut berada di kawasan rawan bencana 3, yang letaknya sekitar tiga sampai lima kilometer dari kawah Gunung Agung.

Baca jug a : Gunung Agung, BNPB Siapkan Pusat Pendistribusian Logisitik Pendamping)

Wisatawan di Pura Besakih yang berlatar belakang Gunung Agung meletus di Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017).ANTARA FOTO/NYOMAN BUDHIANA Wisatawan di Pura Besakih yang berlatar belakang Gunung Agung meletus di Karangasem, Bali, Selasa (28/11/2017).

Perjalanan dimulai sekitar pukul 20.30 WITA.

Desa Ababi termasuk wilayah pegunungan, sehingga untuk mencapainya harus melewati jalan berbelok-belok dengan pemandangan pepohonan di kiri dan kanan jalan.

Rumah-rumah di sana letaknya tidak bersisian, ada jarak antara satu rumah dengan rumah lain.

Tak ada aktivitas apapun di luar rumah, kecuali saat di pintu masuk desa. Di sana, terlihat beberapa warga berjaga.

Karena mulai ditinggalkan warga, lampu di beberapa rumah dipadamkan.

Di tepi jalan dan di depan rumah warga kerap ditemui anjing. Entah anjing liar atau hewan peliharaan sang pemilik rumah. Suasana begitu sepi.

Meski begitu, ada juga beberapa warga yang belum mengungsi. Agung mengatakan, warga yang belum mengungsi beralasan bahwa kondisi Gunung Agung masih cukup aman.

"Memang betul ada beberapa masyarakat yang masih bertahan di wilayahnya itu. Terutama orang yang hidup di tahun 1963, karena Gunung Agung terakhir meletus tahun 1963," kata Agung.

(Baca juga : Gunung Agung Kembali Semburkan Abu Vulkanik Sejauh 12 Kilometer)

Sejumlah warga yang enggan mengungsi dan masih bertahan di rumahnya.KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Sejumlah warga yang enggan mengungsi dan masih bertahan di rumahnya.

Meski terus mendapat penolakan, namun polisi terus mengimbau agar warga bisa segera mengungsi.

Salah satu warga yang masih menetap di rumahnya yaitu G ede Suwanda. Ia mengatakan, dirinya sempat tinggal di pengungsian, namun tidak betah. Selain itu, ia memperkirakan rumahnya masih cukup aman untuk ditinggali.

"Suasana di Gunung Agung masih seperti ini aja dari dulu. Itulah penyebabnya kami di rumah," kata Gede.

Kasat Sabhara Polres Karangasem AKP I Nengah Sukerna menyampaikan bahwa rumah Gede berada di kawasan paling rawan.

Ia khawatir jika sewaktu-waktu Gunung Agung kembali erupsi atau malah meletus. Namun, Gede bersikeras dengan pendiriannya.

"Saya selaku masyarakat berterimakasih pak. Tapi kami kan punya analisa dan logika tersendiri sehingga kami kembali ke rumah," kata Gede.

Tim patroli kemudian bertolak ke tempat lain, masih di desa yang sama. Tim berhenti di sebuah rumah yang bersisian dengan pura kecil. Sekitar sepuluh pria masih tinggal di sana.

Salah satu warga bernama I Gusti Gede Asta mengaku masih bertahan untuk menjaga pura dan patung.

Gusti dan bebe rapa pria lainnya sudah memiliki kartu pengungsi. Namun, saat ini, ia meyakini bahwa menjaga pura lebih penting daripada berada di tempat pengungsian.

(Baca juga : Tindakan Pertama yang Harus Dilakukan Warga jika Gunung Agung Erupsi)

Kasat Sabhara Polres Karangasem AKP I Nengah Sukerna saat mengecek rumah warga yang ditinggalkan penghuninya ke pengungsian, Senin (11/12/2017) malam.KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA Kasat Sabhara Polres Karangasem AKP I Nengah Sukerna saat mengecek rumah warga yang ditinggalkan penghuninya ke pengungsian, Senin (11/12/2017) malam.

Jika sewaktu-waktu aktivitas Gunung Agung meningkat, ia memastikan akan segera ke tempat pengungsian.

"Apabila terjadi sesuatu mungkin kami akan lari ke tempat pengungsian," kata Gusti.

Namun, Nengah memberi gambaran bahwa kecepatan awan panas yang membawa abu vulkanik sangat tinggi. Kecepa tannya sekitar 300-400 kilometer perjam.

Kalaupun segera pergi untuk menyelamatkan diri dengan sepeda motor atau kendaraan lainnya, tidak akan terkejar untuk mencapai tempat pengungsian.

"Sejauh mana bapak lari bawa motor, bawa kendaraan, masih kalah dengan kecepatan awan. Kami tetap berupaya dan imbau demi keselamatan bapak, memang mengungsi," kata Nengah.

Namun, bujukan Nengah tak berhasil. Warga tersebut tetap tinggal menjaga pura dan rumah mereka.

Patroli selesai sekitar pukul 23.00 WITA. Tim memastikan bahwa kondisi desa yang ditinggalkan masih aman.

Berita Terkait

Cegah Jembatan Roboh, Sungai Terdampak Lahar Gunung Agung Dikeruk

Dampak Erupsi Gunung Agung, Kunjungan Turis ke Bali Turun 4,54 Persen

BNPB Sebut Belum Ada Penurunan Status Awas Gunung Agung

Analisis BNPB Terkait Kondisi Terkini Gunung Agung

Gunung Agung Kembali Semburkan Abu Vulkanik

Terkini Lainnya

Kartu Transjakarta Tak Bisa OK Otrip, Harus Kartu Khusus

Kartu Transjakarta Tak Bisa OK Otrip, Harus Kartu Khusus

Megapolitan 14/12/2017, 11:02 WIB DPD Gelar Penghormatan Terakhir untuk AM Fatwa

DPD Gelar Penghormatan Terakhir untuk AM Fatwa

Nasional 14/12/2017, 11:01 WIB Sebelum Meninggal, AM Fatwa Sempat Titip Pesan kepada Oesman Sapta

Sebelum Meninggal, AM Fatwa Sempat Titip Pesan kepada Oesman Sapta

Nasional 14/12/2017, 10:55 WIB Soal Genangan, Anies Kumpulkan Pengelola Proyek Infrastruktur di DKI

Soal Genangan, Anies Kumpulkan Pengelola Proyek Infrastruktu r di DKI

Megapolitan 14/12/2017, 10:52 WIB Seret Hiu Pakai 'Speedboat', Tiga Pria di AS Ditangkap Polisi

Seret Hiu Pakai "Speedboat", Tiga Pria di AS Ditangkap Polisi

Internasional 14/12/2017, 10:38 WIB Hakim Skors Sidang untuk Bacakan Putusan Praperadilan Novanto

Hakim Skors Sidang untuk Bacakan Putusan Praperadilan Novanto

Nasional 14/12/2017, 10:33 WIB Anies: Puji Syukur, Dua Bulan Dirancang, Ok Otrip Diluncurkan

Anies: Puji Syukur, Dua Bulan Dirancang, Ok Otrip Diluncurkan

Megapol itan 14/12/2017, 10:33 WIB Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Ayam Potong Rp 34.000 Per Ekor

Jelang Natal dan Tahun Baru, Harga Ayam Potong Rp 34.000 Per Ekor

Megapolitan 14/12/2017, 10:31 WIB AM Fatwa Masuk RS MMC, Usai Lawatan ke Filipina

AM Fatwa Masuk RS MMC, Usai Lawatan ke Filipina

Nasional 14/12/2017, 10:20 WIB Pemprov DKI Resmi Luncurkan Program Ok Otrip

Pemprov DKI Resmi Luncurkan Program Ok Otrip

Nasional 14/12/2017, 10:10 WIB Aziz Syamsuddin: Saya Tak Ingin Partai Golkar Gaduh

Aziz Syamsuddin: Saya Tak Ingin Partai Golkar Gaduh

Nasional 14/12/2017, 10:08 WIB Pimpinan Komisi X Minta Publik Tak Terprovokasi Buku yang Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Pimpinan Komisi X Minta Publik Tak Terprovokasi Buku yang Sebut Yerusalem Ibu Kota Israel

Nasional 14/12/2017, 10:03 WIB Baru 7 Bulan Disahkan, Bermuda Cabut Legalisasi Pernikahan Sejenis

Baru 7 Bulan Disahkan, Bermuda Cabut Legalisasi Pernikahan Sejenis

Internasional 14/12/2017, 10:02 WIB Jadi Bandar Judi Togel, Tukang Bakso dan Ojek di Tebet Ditangkap

Jadi Bandar Judi Togel, Tukang Bakso dan Ojek di Tebet Ditangkap

Megapolitan 14/12/2017, 09:51 WIB Mengapa Hakim Lanjutkan Pembacaan Surat Dakwaan Novanto?

Mengapa Hakim Lanjutkan Pembacaan Surat Dakwaan Novanto?

Nasional 14/12/2017, 09:40 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Karangasem

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »