WARTA 24 BALI

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Pandangan Sri Mulyani tentang Ekspor-Impor Pakai Rupiah, Ringgit ...

Posted by On 20.04

Pandangan Sri Mulyani tentang Ekspor-Impor Pakai Rupiah, Ringgit ...

IlustrasiTHINKSTOCK Ilustrasi

KARANGASEM, KOMPAS.com - Menteri Keuangan (menkeu) Sri Mulyani menyambut positif kerja sama tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Thailand untuk menggunakan mata uang lokalnya dalam transaksi perdagangan.

Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) meneken kerja sama penggunaan mata uang lokal (local currency settlement framework) untuk transaksi dagang antarnegara dengan Bank Negara Malaysia (BNM) dan Bank of Thailand pada Senin (11/12/2017) lalu.

Menurut Sri Mulyani, kesepakatan tiga negara tersebut merupakan kesepakatan yang dipanda ng strategis oleh tiga negara tersebut berdasarkan komposisi kebutuhan.

Untuk Indonesia, kata Sri, pemerintah akan terus melihat dari sisi neraca perdagangan, dari sisi necara investasi dan capital flow dan kebutuhan-kebutuhan ke depan.

Baca juga : Ekspor-Impor Pakai Rupiah, Ringgit dan Baht, Apa Manfaatnya?

"Jadi mendiversifikasikan (mata uang) baik dari sisi utang, maupun dari sisi investsi perdagangan yang tidak tergantung hanya kepada satu negara tujuan atau currency itu memang yang terus kita lakukan," kata Sri Mulyani, usai melakukan tinjauan ke pos pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, pada Jumat (22/12/2017) bersama Gubernur BI Agus Martowardojo dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan.

Sri menambahkan, pada dasarnya suatu negara yang memiliki diversifikasi berarti dia memiliki kemampuan untuk bertahan bila ada disruption atau ada shock dari satu pihak.

"Indonesia juga melakukan (diversifikasi), selama i ni kita melakukan pada saat situasi ekonominya mengalami ekskalasi. Indonesia melakukan dengan Jepang, Eropa, China sehingga kita memiliki pilihan dan itu adalah sesuatu yang sehat," pungkas Sri.

Manfaat

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dalam kesempatan yang sama mengatakan, kesepakatan tersebut berguna untuk mengurangi dominasi dollar AS dalam transaksi perdagangan yang masih tinggi. Sehingga, rupiah akan lebih stabil.

Baca juga : 90 Persen Kegiatan Ekspor Indonesia Masih Gunakan Dollar AS

Dia memaparkan, saat ini 94 persen ekspor Indonesia masih menggunakan dollar AS, sementara 76 persen impor Indonesia juga masih dalam dollar AS.

Kemudian, Agus juga bilang bahwa dengan memperkenalkan mata uang rupiah atau ringgit, atau baht akan membuat ketiga negara ini dengan mudah melakukan kegiatan perdagangan ekspor-impor maupun investasi menggunakan mata uang lokalnya.

"Jadi ini mengurangi ketergantungan pad a currency yang utama seperti dollar AS," ujarnya usai melakukan kunjungan di pos pengamatan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (22/12/2017).

Selain itu, lanjutnya, tujuan dari kerja sama tersebut adalah untuk diversifikasi mata uang dan untuk mengurangi biaya ekspor impor.

Sehingga, diharapkan para pedagang maupun pelaku ekonomi bisa menerima manfaat yang lebih baik.

Manfaat lainnya, kerja sama penggunaan rupiah, ringgit dan baht ini juga baik untuk pendalaman pasar keuangan sehingga mata uang rupiah atau ringgit dan baht lebih digunakan oleh kalangan sendiri.

Kompas TV Presiden Joko Widodo menyebut Indonesia telah bangkit melewati masa sulit lemahnya perekonomian global.

Berita Terkait

90 Persen Kegiatan Ekspor Indonesia Masih Gunakan Dollar AS

56 Persen Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Disumbang oleh Konsumsi

Harga Telur dan Cabai Dorong Inflasi hingga Pekan Ketiga Desember 2017

Ekspor-Impor Pakai Rupiah, Ringgit dan Baht, Apa Manfaatnya?

Gubernur BI: Bali Aman, Persiapan Pertemuan IMF-World Bank Jalan Terus

Terkini Lainnya

Jelang Akhir Tahun, Berapa Nilai Tukar Bitcoin?

Jelang Akhir Tahun, Berapa Nilai Tukar Bitcoin?

Keuangan 25/12/2017, 10:00 WIB 5 Alasan yang Bikin Orang Masih Enggan Koleksi Bitcoin

5 Alasan yang Bikin Orang Masih Enggan Koleksi Bitcoin

Keuangan 25/12/2017, 09:02 WIB Ini Daftar Gerai di Mall yang Beri Diskon Natal dan Tahun Baru 2018

Ini Daftar Gerai di Mall yang Beri Diskon Natal dan Tahun Baru 2018

Bisnis 24/12/2017, 20:15 WIB Catatan 2017: Lika-liku Bea Masuk untuk &#03   9;Barang Tak Berwujud'

Catatan 2017: Lika-liku Bea Masuk untuk "Barang Tak Berwujud"

Makro 24/12/2017, 20:00 WIB Telkom Siapkan Infrastruktur untuk Hadapi Natal dan Tahun Baru

Telkom Siapkan Infrastruktur untuk Hadapi Natal dan Tahun Baru

Rilis 24/12/2017, 19:47 WIB Pandangan Sri Mulyani tentang Ekspor-Impor Pakai Rupiah, Ringgit dan Baht

Pandangan Sri Mulyani tentang Ekspor-Impor Pakai Rupiah, Ringgit dan Baht

Makro 24/12/2017, 17:18 WIB 56 Persen Pertumbuhan Ekono   mi Indonesia Disumbang oleh Konsumsi

56 Persen Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Disumbang oleh Konsumsi

Makro 24/12/2017, 16:55 WIB Harga Telur dan Cabai Dorong Inflasi hingga Pekan Ketiga Desember 2017

Harga Telur dan Cabai Dorong Inflasi hingga Pekan Ketiga Desember 2017

Makro 24/12/2017, 16:41 WIB Ekspor-Impor Pakai Rupiah, Ringgit dan Baht, Apa Manfaatnya?

Ekspor-Impor Pakai Rupiah, Ringgit dan Baht, Apa Manfaatnya?

Keuangan 24/12/2017, 16:17 WIB Gubernur BI: Bali Aman, Persiapan Pertemuan IMF-World Bank Jalan    Terus

Gubernur BI: Bali Aman, Persiapan Pertemuan IMF-World Bank Jalan Terus

Keuangan 24/12/2017, 15:32 WIB Ini Kebiasaan Buruk yang Selalu Dihindari Para Miliarder

Ini Kebiasaan Buruk yang Selalu Dihindari Para Miliarder

Inspirasi 24/12/2017, 11:39 WIB AP II Siapkan Rp 300 Miliar untuk Bandara Banyuwangi

AP II Siapkan Rp 300 Miliar untuk Bandara Banyuwangi

Makro 24/12/2017, 09:40 WIB Genjot Tabungan, BTN Lanjutkan Program Hadiah Tanpa Diundi

Genjot Tabungan, BTN Lanjutkan Program Hadiah Tanpa Di undi

Rilis 24/12/2017, 08:21 WIB Cicilan KTA Tersendat Jadilah Tunggakan, Atasi Saja dengan Cara Ini

Cicilan KTA Tersendat Jadilah Tunggakan, Atasi Saja dengan Cara Ini

Makro 23/12/2017, 16:00 WIB Belum Punya Asuransi Jiwa? 5 Hal Ini Membuat Anda Berubah Pikiran

Belum Punya Asuransi Jiwa? 5 Hal Ini Membuat Anda Berubah Pikiran

Inspirasi 23/12/2017, 15:00 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Karan gasem

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »