www.AlvinAdam.com

WARTA 24 BALI

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Tragis! Niat Berlibur Tracking, Dua Gadis Ini Justru Tewas Tenggelam

Posted by On 18.08

Tragis! Niat Berlibur Tracking, Dua Gadis Ini Justru Tewas Tenggelam

SURATKABAR.ID â€" Nasib tragis dialami oleh dua siswi SMK Widya Dharma Bali Sukasada. Niat tracking untuk bersenang-snang mengisi jeda semester justru jadi petaka bagi mereka.


Seperti diwartakan jawapos.com, Devi Cahyani (16) siswi kelas X dan Kadek Dwi Asmarani (17) meregang nyawa setelah keduanya tenggelam di air terjun Tembok Barak, di Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali, pada Senin (11/12/2017).

Kegiatan tracking sendiri diikuti oleh 22 siswa. Mereka didampingi oleh 4 orang guru. Kronologinya, semula siswa dan guru pendamping tersebut berangkat dari SMK Widya Dharma Bali Sukasada.

Untuk sampai ke tempat tracking di Air Terjun Tembok Barak, di banjar Dinas Babakan, Desa Sambanga, mereka harus menyusuri jala n dengan berjalan kaki.

Setibanya di lokasi, para siswa terlebih dahulu menggelar persembahyangan bersama di Pura Taman Suci, dkat lokasi air terjun. Ptaka terjadi ketika beberapa siswa tidak mengindahkan arahan salah seorang guru pendamping, Gusti Ngurah Agus Deni, untuk tidak mandi di areal air terjun.

Nampak saat itu beberapa siswa justru mandi di lokasi air terjun. Nahasnya, sementara yang lain mandi di pinggiran, Ni Luh Devi Cahyani justru nampak nekat berenang hingga ke tengah kubangan. Devi pun sempat meminta pertolongan.

Melihat Devi seperti akan tenggelam, teman korban sempat berusaha menolongnya. Sayang, di waktu bersamaan, Kadek Dwi Asmarani pun lantas terlihat berada di tengah kubangan. Dewi pun sempat meminta tolong. Namun, lantaran kuatnya arus sungai, kedunya tenggelam ke dasar kubangan.

“Sekitar jam 9 kejadiannya, saya gak tahu bagaimana Devi bisa ada di tengah, padahal dia gak bisa berenang. Semua teman-teman juga mandi di pinggir. Saat teman saya, Dek Ama, berusaha menolong, tapi tidak bisa. Untung dia gak ikut tenggelam. Tiba-tiba Dwi juga terlihat tenggelam. Tidak ada yang berhasil menolong, Pak,” kata salah seorang teman korban, dikutip dari jawapos.com.

Rombongan pun kemudian meminta bantuan warga setempat. Warga berkoordinasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Mekar Desa Sambangan pun berusaha mencoba mengevakuasi keduanya.

Dibantu oleh tim BPBD Buleleng, Tim Basarnas, dan aparat Kepolisian, proses evakuasi pun dilakukan. Butuh sekitar satu jam untuk mencari kedua korban.

Baca Juga: Waspada! Pernah Temukan Benjolan Seperti Ini di Tangan Atau Kaki? Simak Penjelasan Medis Ini

Kadk Dwi Asmarani yag berasal dari Desa Tukad Sumaga Kecamatan Gerokgak pun berhasil ditemukan pukul 11.30 wita. Sedangkan Ni Luh Devi Cahyani yang berasal dari Pegadungan Kecamatan Sukasasda berhasil dievakuasi sekitar pukul 11.45 wita.

“Saat kejadian saya lagi di pos panta u Air Terjun Aling-Aling, Sambangan. Setelah dengar kabar ada orang tenggelam, saya langsung manggil anggota, saya ambil kaca mata renang, dan langsung menuju ke Air Terjun Batu Barak. Saat dievakuasi, posisi kedua korban itu dalam keadaan telungkup. Kedalaman kubangan kira-kira mencapai 6 sampai dengan 7 meter,” terang Balawista Pokdarwis Tunjug Mekar Desa Sambangan, Tedy Satra Wirawan.

Masih dilansir dari laman jawapos.com, Kepala Sekolah SMK Kesehatan Widharba Singaraja, Gusti Putu Arsil, semula mengaku tidak tahu soal kegiatan siswa tersebut. Arsil mnyebut kegiatan itu adalah keinginan peserta didiknya sendiri. ia pun sebelumnya sempat melarang kegiatan tersebut mengingat padatnya jadwal sekolah.

“Mereka pergi tanpa ada pemberitahuan sama sekali. Tahu-tahu sudah berangkat. Tadi pagi memang saya tidak ada di sekolah. Ini memang sudah direncanakan oleh guru pendamping, tapi saya tunda. Yang ikut tracking itu hanya beberapa siswa dari kelas X,XI, dan XII,” kata Ar sil.

“Dari kami sudah menghubungi keluarga korban. Baru sebatas itu saja. masih dikoordinasikan degan ketua yayasan untuk langkah menjumpai keluarga korban,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Buleleg, AKP Suartika, mengungkapkan bahwa hingga saat ini kepolisian masih melakukan pemeriksaan terhadap empat orang guru pendamping korban. Keempat guru tersebut masig-masing bernama Ketut Purnamantari, Putu Subiantari, Puti Supartini, dan Gusti Ngurah Agus Deni.

“Korban meninggal karena tenggelam. Sedangkan pasca kejadian tersebut, keempat guru masih diperiksa di Mapolsek Sukasada,” katanya.

Kematian kedua korban dipastikn karena tenggelam. Hal itu diutarakan Kasubag Humas RSUD Buleleng, Ketut Budiantara.

“Dari hasil pemeriksaan luar, pihak medis menemukan adanya pendarahan pada bagian lubang telinga, serta ada luka lebam, luka lecet, dan kemerahan pada bagian piggan dan punggung kedua korban. Hasil pemeriksaan menyimpulkan kedua korban mu rni meninggal akibat tenggelam,” jelas Budiantara.

Sumber: Google News | Warta 24 Buleleng

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »